`Epub ⇻ (Bukan) Salah Waktu ⇨ PDF eBook or Kindle ePUB free

novel ini kudapat langsung dr penulisnya lho thanks mbak nastiti u bingkisan manisnya beserta pelajaran yg bs diambil dr novel ini novel ini novel pertama yg aku baca dg latbel tokohnya sdh menikah mulanya aku ga ngeh bukan salah waktu cerita ttg apa pas dapet ya mikir wah kayaknya tanda2 alam aku harus mikirin jodoh pernikahan jg hehhehe.BSW kusingkat gini aja ya bikin aku inget novel mira w yg cinta sepanjangwalau agak beda dikit yg cinta spnjgdimulai dr pacaran trus nikah sdg BWS lgsg kondisinya sdh menikah dan tnt aja konflik cr beda jg p tp sama sdh dewasa dan menikah.sekar dan prabu dan jalan ceritanya aku ngrasa indonesia bgt kyk mira w bahasanya lugas ya kyk aku pas baca mira w ga byk jg sih bacaanku ttg kry mira w.walau tetep ada beda sih terus soal ceritanya sendiri sdkt bikin mikir tp lbh byk main emosi ada udang di balik batu di balik batu yg lain jd kyk kita udah menduga trus hampir bnr eh ternyta blm kelar tp ga mbulet kok trus bikin sebel jg tentang masa lalu masing2 tp cooling downnya pas mau ending hampir mulus, ga buru2 gt pas menuju ending.novel ini bagus mnrtku untuk aku pribadi yg msh single soalnya bs nambah wawasan ttg problem rumah tangga yg bs muncul sewaktu2 tnp diduga jalan ceritanya terutama yg baru awal2 menikah ya dan bikin bisa paham bhw stp orang pny masa lalu novel ini jg bikin reader bs paham knp seorang wanita mapan sukses bisa rela berhenti bekerja stlh bersuami kira2 aku nanti lilo ga ya hehhe sori ngaco untyk novel pertama dr mbak nastiti ini aku suka Berhenti dari pekerjaan mapan ternyata menjadi keputusan yang ambivalens bagi Sekar Di satu sisi, ia menyambutnya dengan penuh semangat karena ia bakal memanjakan Prabu suaminya Namun di sisi lain, ia justru menuju pintu masa lalu yang menguak misteri Prabu dan dirinya Saat ia mulai lihai memasak dan mumpuni mengatur rumah, hidupnya terusik oleh Laras, wanita yang diduga mengisi hati Prabu Sambil menyimpan rahasia dari Prabu, muncullah Bram lelaki yang entah membawa embun penyejuk atau obor perusak rumah tangganya Pencarian sosok Laras hingga ke Bogor semakin meremukkan hati Sekar, apalagi ketika muncul anak bernama Wira.Novel ini memotret masyarakat urban dengan problem khas rumah tangga modern hubungan domestik antara istri dan suami di mana Sekar memiliki posisi penting dalam pekerjaannya sebelum akhirnya mengundurkan diri Sekar menyadari bahwa keterlibatan sosial dengan bekerja memang menjanjikan peluang besar mobilitas sosial, yakni meraih status strategis, namun sebagai wanita karier, ia dituntut menyeimbangkan tugas kantor dan tanggung jawab rumah tangga tradisional.Kesadaran itu mendorongnya untuk menyalakan suluh komunikasi yang meredup meski itu berarti mendamaikan masa lalunya yang tumbuh dalam keluarga broken home dan tabir rahasia Prabu yang menyiksa Baik Prabu maupun Sekar berada dalam lingkaran teka teki, melangkah ibarat pendulum misteri, tarik ulur antara cinta dan benci, saling gelisah antara bergantung dan mandiri Nastiti tidak menempatkan Sekar dan Prabu dalam dikotomi hitam putih, benar salah, atau tercela terpuji Keduanya berangkat dari masa silam yang berbeda, lalu bersatu dalam ikatan kerinduan tanpa rekayasa Selalu ada penjelasan bagi peristiwa lampau yang menyakitkan Mereka tidak berusaha membenarkan kesalahan, tidak pula mengabaikan kebaikan pasangan Sekar paham bahwa cara pandang kita terhadap masa lalulah yang menentukan kedamaian masa kini dan memproyeksikan masa depan Seperti kalimat yang diucapkan Sekar pada hal.143, Sekar nggak marah sama Mama nggak benci Mama Sekar hanya belum mengerti bagaimana mengatasi rasa takut yang sering datang Maafkan, Sekar, Ma Ucapan ini sangat kuat dan menjiwai seluruh ide cerita novel Semula Sekar memang gagap menghadapi realitas, namun ia kemudian menemukan pencerahan setelah menelisik masa lalunya Kita bebas menafsirkan masa silam sebagai perintang atau penopang setiap langkah Dan salah satu cara menafsirkan masa lalu adalah dengan memaafkan, yang ditegaskan penulis pada hal.244.Alur maju mundur dalam novel ini membuat kisah berjalan dinamis dan menarik Hanya saja saya agak terganggu dengan penulisan flashback dalam huruf miring Tulisan miring berlembar lembar sungguh tak nyaman di mata Syukurlah, pada hampir setiap akhir bab, penulis menyisipkan keping cerita yang membuat ingin terus membaca Catatan kedua adalah Laras yang tak digarap dengan porsi memadai, padahal saya penasaran dengan karakternya.Novel ini mengingatkan pada karya Nh Dini Nastiti menuturkan kisah tokoh tokohnya dengan narasi yang tenang, mendetail, dan kalimat yang rapi tapi tidak kehilangan tenaga Interaksi Sekar dengan Mbok Ijah pada bab enam begitu hidup dan mengesankan Juga percekcokan Bram dan Prabu yang seru di bab sepuluh Sejujurnya saya belum rela mengakhiri novel ini karena masih menantikan gejolak lain dalam hidup Sekar Tentang desain cover, jam berwarna pink pada sampul sangat kohesif dengan cerita, cukup mendukung dan powerful Namun sayang, blurb di sampul belakang menurut saya kurang evocative Selebihnya, it s an outstanding debut Menunggu karya Nastiti berikutnya. Sebelum mulai resensinya Selamat Mbak Nastiti atas kelahiran buku hatinya DBuku ini tidak membual dengan cap naskah pilihan di kavernya Beneran bagus Oh, sebagai catatan, saya yang masih unyu unyu baca bocah gini sebetulnya agak risih kalau membaca buku metropop atau kisah rumah tangga Apalagi kalau ada selingkuhnya Pengen tak tabokin tuh karakter yang nyeleweng Oke, cukup marah marahnya.Tapi, saya menikmati membaca buku ini Meskipun mungkin karena apersepsi saya tentang buku nikah nikahan saya agak tersendat di awalnya, penyesuaian barangkali, namun setelah ujung konflik pertama muncul saya baru bisa rileks dan mengikuti alur Logikanya di sini dapet banget Saya nggak perlu mengernyitkan dahi yang bisa mempercepat keriput untuk mengetahui ke mana lingkaran lingkaran itu bermuara Tapi, tetap jitu twist nya Terima kasih Mbak Nastiti telah memberi kesempatan pembacanya untuk awet muda.Sayangnya, lagi lagi, pasti ini keterbatasan saya dalam pengalaman berumah tangga, akhirnya bahagia namun tidak memuaskan Perempuan seperti Sekar itu banyak yang mau, hei Dia juga bisa berdiri sendiri Tapi memang istri yang sholehah sih..Senang rasanya membaca buku ini Plus satu lagi ada nama Satria nya Hehehe. boleh nangis bentar, nggak Thank you, Bentang You officially get my faith back.Setelah ketipu abis abisan dari label naskah pilihan di novel Fate, aku sudah nyaris trauma aja hiperbolis kumat , dan hampir berikrar untuk nggak percaya lagi sama label label sejenis But, I gave it another shot and well, I m glad I did it.Sebenarnya buku ini rasanya nggak ada yang mau aku ulas, sih buku ini meninggalkan kesan istimewa enggak, meninggalkan kesan buruk yang bikin aku baca sambil mendesis desis, juga enggak.tapi, ada beberapa catatan yang aku suka dari buku ini Opening The First Five One, in this book PagesThis book nailed it The first scene punched And I thought to myself, Wow, this author actually knows how to get the readers hooked She respects the readers She shows what the readers must see, not just telling or blabbering about what she wants to write CharacterizingSekar you felt so real Aku suka banget sama karakter Sekar dia nggak berasa di awang awang gitu e.g cewek yang ceria, imut, unyu, cantik, dan semua cowok cakep bakal jatuh cinta sama dia hanya setelah lihat dia tertawa No, Sekar is not that shallow Aku khususnya suka banget sama scenes setiap Sekar dihantui masa lalu dan selalu mencari tempat sempit untuk sembunyi Overall, I like her because of the real woman out there feeling she gave.Prabu karakter ini yang menurutku kurang Meski dia punya pov nya sendiri, aku cuma dapat bayangan tipis tentang dia Mungkin dia sempat punya masalah di masa lalu, tetapi menurutku nggak seperti masalah Sekar yang lahir karena faktor di luar kendali si Sekar, kesalahan Prabu karena dia rada sori bego aja, sih D And untuk karakter ini, kalau aku, sih, nggak mau punya suami seperti dia.Yang agak mengecewakan dari buku ini, menurutku, karakter bad guys nya Aku sudah mengharapkan aja, balik lembar demi lembar, kepingin tahu the real bad guy, eh, ternyata view spoiler aku ngarepinnya si bad guy jadi bagian penting dari cerita itu sendiri, taunya dia cuma tokoh sambil lalu dan orang orang yang disebut di sini Sekar, Prabu, Bram, Laras sebenarnya orang baik semua Dan konflik di antara mereka didasari salah paham aja hide spoiler Sebelumnya saya ingin mengucapkan terima kasih buat mbak Nastiti yang sudah menghadiahkan saya novelnya yang sangat cantik Dimulai dari cover yang bergambar jam weker berpita mungil yang menunjukkan waktu nyaris pukul 12 Weker mengingatkan saya tentang kapan harus memulai sesuatu, suka tidak suka mau tak mau harus dihadapi seperti itulah yang nantinya akan diceritakan dalam novel ini Adalah Sekar, perempuan muda yang baru dua tahun menjalani rumah tangga dengan suaminya, Prabu Keduanya saling mencintai, tapi untuk beberapa hal yang terjadi di masa lalu mereka menyimpannya dengan hati hati, bisa dibilang masing masing mereka enggan berbagi Namun, waktu tahu saat yang tepat untuk menuntaskan apa yang tak ingin mereka selesaikan dulu Dan seperti ditandai oleh dering weker, berbagai hal datang untuk memaksa mereka berdamai dengan masa lalu mulai bermunculan Dimulai dengan Sekar yang memutuskan resign dari pekerjaannya dan total jadi ibu rumah tangga Dan, pekerjaan rumah tangga ternyata tak sesederhana yang terlihat, Sekar dan Prabu bahkan nyaris berselisih gara gara koran dan sandwich Tuna Yang tak Sekar mengerti adalah, dengan banyaknya waktu luang yang dia punya, entah bagaimana dia bahkan tak bisa membereskan apa yang asisten rumah tangganya bisa lakukan dengan mudah Pelajaran pertama sebelum berumah tangga bagi saya kuasai dulu pekerjaan rumah tangga sebelum memutuskan menikah, hehehe Di tengah adaptasinya menjadi ibu rumah tangga, kadang Sekar masih menghabiskan waktu dengan sahabatnya Miranda dan Sisie, juga seorang teman akrab Miranda, Bram Bram memiliki ketertarikan khusus pada Sekar yang tak hanya berpotensi mengacaukan persahabatannya dengan Miranda tapi juga mengancam untuk menghancurkan rumah tangganya bersama Prabu Sementara Prabu, didatangi oleh kenangan masa lalu dalam bentuk mantan yang menghilang begitu saja namun kembali dengan menggandeng bocah laki laki, Wira putra mereka Di sisi lain Sekar kembali digundahkan oleh masalah keluarganya Sekar, bukanlah gadis manis yang berasal dari keluarga bahagia Ada luka menganga dalam dirinya Membaca novel ini seperti melihat potret rumah tangga yang dibangun dalam pondasi yang rapuh Pelajaran kedua sebelum berumah tangga jujur pada pasanganmu tentang masa lalumu Baik Sekar maupun Prabu, terlihat tak ingin membiarkan pasangannya untuk belajar mencintai sisi gelap mereka manusia mana yang tak memiliki sisi gelap, mbak mas eh Ada beberapa hal yang menurut saya tidak hati hati dalam novel ini, yaitu beberapa kalimat yang sulit dipahami, tentang pekerjaan ayah Prabu, nama tokoh yang sama untuk dua orang berbeda agak membingungkan bagi saya Ada potensi besar dari masalah psikologis Sekar yang jika dikembangkan akan jadi sangat menarik Dan, hehehe sebagai penggila drama inginnya sih drama cinta Sekar Prabu lebih detail Seandainya saja ya, Sekar dan Bram sedikit khilaf, eh hehehe Ketahuan imajinasi pembacanya terbang kemana mana Ooops Tapi tentu saja pelajaran pelajaran hidup terutama dalam kehidupan berumah tangga yang dipetik dalam novel ini jadi kelebihan yang sangat baik Selain itu alur maju mundur membuat novel ini menjadi semakin menarik dan pada akhirnya saya sepakat bahwa cinta terkadang memang sesederhana memaafkan masa lalu Penuturan cerita sangat runut dan rapi, tapi begitu mendekati ending, cerita menjadi terpotong potong Pada beberapa bagian, narasi terlalu panjang, deskripsi juga terlalu detail, yang mana ini bukanlah selera saya Saya selalu geli tiap baca sentimenter atau kilogram yang menggambarkan fisik tokoh Konflik utama cerita ini adalah terkuaknya masa lalu sepasang suami istri, Sekar dan Prabu Tetapi, penyelesaiannya malah lari ke tokoh tokoh lain Tidak adanya penyelesaian yang personal antara Sekar dan Prabu membuat konflik besar dalam cerita ini seakan akan tidak pernah terjadi Setelah dua tahun menikah, entah bagaimana bisa masa lalu Sekar dirahasiakan begitu rapat dan itu juga membutuhkan kerjasama dengan orangtua Sekar Tapi, rahasia itu malah terbuka dari orangtua Sekar Setelah konflik yang didera Prabu ini, saya menunggu penyelesaian antara mereka Tapi, yang terjadi malah munculnya konflik lain dan Prabu tampak sudah lupa begitu saja dengan permasalahan soal rahasia Sekar Begitu pula ketika konflik lain itu muncul, yaitu masa lalu Prabu yang diketahui oleh Sekar, penyelesaiannya Prabu malah lebih berurusan dengan Laras Sekar juga malah lari ke rumah ibunya Lalu, entah kenapa mendekati ending, hanya kemunculan Wira yang seolah olah sudah menyelesaikan semua permasalahan suami istri tersebut Bagaimana dengan rahasia Sekar Bagaimana dengan masa lalu Prabu Bagaimana dengan pertikaian Prabu dan Bram yang sampai jontok jontokan itu Apakah tidak membuat kedua suami istri itu bicara dari hati ke hati Sebagai pembaca, saya mengharapkan adegan ini Tapi, tidak ada Romansa chemistry antara Prabu dan Sekar menjadi tidak terasa Justru romansa ini sedikit terasa pas hubungan Sekar dan Bram Penyelesaian masalah Sekar dengan Miranda yang sahabatnya dan kekasih Bram juga mengambang Saya juga menemukan salah ketik atau ketidaktelitian penulis pembaca pertama editor Awalnya disebut Pak Toni itu direktur perusahaan minyak, lalu disebut juga ia punya jabatan penting di badan pertanahan Bagaimana bisa Lalu, Sekar yang menunggu sekian puluh tahun untuk mendapat jawaban perihal Mbok Ijah Masa kuliahnya di Yogyakarta sudah lewat puluh tahun kah hal 133 Menurut saya, jika karya ini dibaca lagi oleh penulisnya, dan editornya juga teliti memberi masukan masukan, lalu ditulis ulang sedemikian rupa, karya ini akan lebih baik Karena cara tutur penulisnya sudah baik dan tema yang diangkat juga cukup bagus Apalagi dengan cover gambar jam, keterangan waktu berupa jam sekian yang sering muncul di awal hingga pertengahan cerita sebaiknya juga diteruskan hingga akhir cerita Supaya bisa menggambarkan judul dan cover Tak ada cerita yang ditulis menjadi sia sia Bukan Salah Waktu setidaknya telah menyuguhkan pesannya kepada kita Jangan ada rahasia di antara kita suami istri Dan Cinta terkadang memang sesederhana memaafkan masa lalu hal 244 Sekar dan Prabu telah berumah tangga selama 2 tahun Meski kelihatannya rumah tangga mereka aman2 saja, ternyata baik Sekar maupun Prabu menyimpan luka masa lalu Sekar berasal dari keluarga broken home Papa dan mamanya sering bertengkar dan menjadikan Sekar sebagai alasan pertengkaran mereka Sekar yang ketakutan membawa trauma itu hingga dewasa Apalagi setelah orangtuanya berpisah Anehnya, Prabu tidak tahu kalau mertuanya itu sudah lama bercerai Soalnya Sekar selalu menutupi hal itu dari Prabu dan keluarganya dengan alasan takut ditolak Hal yang membuat saya bertanya, sudah berapa lama Prabu mengenal Sekar sebelum menikah Apa dia sama sekali tidak tahu tentang latar belakang keluarga Sekar Prabu sendiri ternyata pernah memiliki anak di masa lalunya, anak yang lahir karena dirinya dijebak oleh seorang perempuan bernama Laras Kali ini Laras kembali datang menghantui kehidupan Prabu Belum lagi ada Bram, adik Laras yang membocorkan fakta ini pada Sekar, semata2 karena ingin menghancurkan Prabu.Konfliknya jelas, tapi antara satu sama lainnya berasa tidak menyatu Kehadiran Bram sebagai tokoh antagonis juga hanya sekedar hadir sebagai pelengkap Kondisi psikologis Sekar yang disinggung di awal cerita tidak diselesaikan dengan baik Malah di tengah2 dimunculkan fakta baru bahwa Sekar hanyalah anak angkat, lalu mamanya terkena kanker Begitu juga dengan Laras yang tiba2 saja menghilang dan menyerahkan anaknya begitu saja pada Prabu, lantas ketika bertemu dengan Sekar bisa langsung akrab.So far. novel ini cukup memuaskan, nyaris ga ada typo Tapi ya itu tadi. ada banyak hal yang memerlukan pengembangan. Perempuan tidak sesederhana yang dipikirkan lelaki Ingin segera punya anak setelah menikah, kemudian berhenti melakukan hal yang disukainya dan mengabdikan diri sepenuhnya untuk keluarga dan keturunannya Mama tidak menganggap itu buruk, Sekar Tapi setiap wanita menurut Mama harus mengerti terlebih dahulu apa yang diinginkan dalam hidupnya Tak ada orang yang ingin hidupnya singkat, bukan Makin lama ia hidup, akan makin banyak masalah ia hadapi Selesai satu masalah, datang yang lain Lebih berat, lebih menantang Bagaimana seorang wanita akan menghadapinya kalau ia merasa passion nya mesti berhenti berkembang saat dirinya berumah tangga Lagi menghitung hari sebelum keluar dari pekerjaan dan baca ucapan Mama Sekar tersebut malah jadi merasa kalau segala pernyataan dan pertanyaan itu ditujukan ke aku dan bukannya ke Sekar. `Epub ⇜ (Bukan) Salah Waktu ↠ Tahukah Kau, SayangAku Mencintaimu Lebih Dari Apapun Aku Rela Kehilangan Segalanya Kecuali Kamu Aku Sanggup Melepas Duniaku Demi Dunia Kita BersamaNamun, Ketika Waktu Bergulir Tanpa Bisa Dibendung, Ketika Kenyataan Memaksa Untuk Dipahami, Ketika Kesalahan Memohon Untuk Dimaafkan, Kurasa Aku Tak Sanggup SayangEntahlah, Siapa Yang Harus Memahami Dan Mengalah Tapi Mungkin, Aku Butuh Seribu Cara Untuk Mengobati Luka Hati Ini